RUMAH KAMI
oleh : AstiY
Dalam malam halilintar menggelegar
Sapuan badai hujan ke atap kami
Bahkan genting kaca bergemeletuk mendengar petir
menyambar
Desauan angin masuk melalui celah ventilasi kami
Kami tetap terjaga dalam dekapan ibu kami
Menghangatkan diri dengan secangkir teh manis kami
Namun telah dingin.
Panasnya terbawa desauan angin yang mampir
Kami dalam dekapan ibu kami
Ibu bernyanyi menghibur hati sunyi kami
Seraya bergumam gumam ketika suara petir kembali
menyala-nyala
Baru-baru kami tak akan tertidur
Kala ayah kami tak jua kembali ke rumah kami


0 comments:
Post a Comment