Saturday, 31 August 2013

SEKUMPULAN ORANG ALAY BERSATU

Di sekolah, pada Alay. Cuma, hanya foto aja yang alay. Termasuk ada aku. Liat deh. Sekumpulan orang Alay dan narsis ternyata seperti ini. Ini memang enggak banget. Dan narsis banget. Muka-muka yang pengen narsis. Beginilah apa yang dilakukanan saya dan teman-teman saat berada di kelas.
“SEKuMPULAN ORANG ALAY BERSATU”
Ralat : bukan Alay. Cuma narsis.




Yah, begitulah. Jangan keget. Dan, ku harap, kalian bisa ngerti tentnag kami-kami semua yang seperti ini. Masa Remaja memang saatnya untuk berekspresi.
Dan, kali ini ngomongin tentang ALAY, Jeng-jeng.. Semua orang, pasti thulah. Apa itu yang namanya ALAY. Satu kata, yang penuh dengan beribu-ribu arti. Dan pasti ,yang namanya BERLEBIHAN dan melewati batan yang lebih itu.
Jadi, Berlebihan makan? Berlebihan berat badan? Berlebihan tinggi badan? Itu ALAY? Ya, bukanlah. ALAY di sini yang di maksud adalah ALAY tentang gya hidup. Ya, orang past tahulah. Orang yang nyatanya gak ALAY, kadang malah di sangka ALAY. Dan yang ngomong itu, pasti juga ALAY. #SorryyangAlay.

Cuma aku hanya sekadar ngasih informasi aja nih. Aku gak bermaksud nyinggung diriku sendiri. AKu ALAY????
Kasih tanggapanmu. Plisssss... 
Dan jangan salah denger bilang kalau Pipis.Aku bilangnya plissss... Orang Indonesia asli. harus cinta yang berbau Indonesia.
Jaya Indonesia!!!..

Friday, 30 August 2013

Bingung yang Teramat Dalam


Hari ini ngakak. Ulangan Matematika berjalan dengan lancar sentosa. Ya, kemungkinan salahnya banyak. Hehehe..
Tapi, ada suntuknya juga. Ulangan Pkn. Sungguh, tadi malem nggak belajar. Aaaaa…. Soal susah, dan plus, gurunya juga enggak ngertiin kita-kita. #Nangis.
Pkn? Itu agak susah. Dan aku mengungkapkan, jika aku selalu mendapatkan nilai ulangan terendah di kelasku dalam pelajaran ini. Aku maluu.. Habis, harus ngapalin terus. Kan capek. Mana tugasnya Pkn kadang, susah dan berat-berat lagi. Di kelas tujuh, aku dan kawan-kawan pernah praktek Demo. Betapa ancurnya itu.
Kelompok lain malah ada yang ngeganti lagu nya Ayu Ting-Ting (Sekarang udah enggak ‘Ting-Ting) dengan lagu versinya sendiri. SEkelas sampai ngakak waktu itu. Naskah pidatoku di bacakan oleh ketua dari kelompokku. Bener-bener malu dan ancur.
Hari ini, hari Sabtu. Besok Minggu ada kesenian Jathilan lho di Ledok Indah, Kradenan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Harus Nonton. Jamnya, aku enggak tahu.
Aku mau cerita. Aku di certain sama temenku ngakak abis.
Temenku, Ria. Menceritakan semua kejadian lucu beud ama aku. Ceritanya gini, Ehm2.. Salah satu temenku, yang tak akan kusebutkan namanya, dadanya tiba-tiba sesak. Ia menangis sambil mengelu dadanya sesak pada Ria. Katanya, guru atau orangtuanya gitu enggak percaya kalau dia sesak. Jadi ia Cuma bicara sama Ria tadi.
Ria cerita, kalau Ibunya sampai kebingungan dengan anaknya yang tiba-tiba sesak tersebut. Ibunya sampi lari ke sana-lari kesini, buat minta pertolongan. Hingga, sebuah mobil dengan pemiliknya adalah tetangganya, temanku yang sakit ini tadi, di bawa kerumah sakit. Anehnya, ia masih sempat untuk menyisir rambutnya. Pastinya dengan dada yang masih di pegangi dan nangis-nangis.
Kata dokternya, ia cuma kebanyakan masalah, jadinya sesak-sesak gitu. Dan katanya temanku yng sesak tersebut langung lega begitu dia masuk ke dalam mobil milik tetangganya itu. Katanya…. Ehm2. Ya gitu lah. Memang enggak banget deh.

#Sorrykawan

Matematika...

Cuaca agak gimana gitu.. Panas dan naas. Ketahuan kepanasan. Gak mudeng? Buang.
Gak tau sekarang mau nulis apa. Ketahuan bego’nya. Pikiran lagi pusing. Besok ulangan Matematika. Aaaaaaaaaa….. #Pingsan. LEBAY. Mungkn emang begitu. Suntuk. Matematika? Matematika? Mampus gue.
Ngomongin aja tentang matematika. Dulu sih, asyik-asyik aja ama matematika. Tapi, sekarang jadi gimana gitu. Setelah tau, pelajaran matematika di SMP, susah-susah. Aku mau pingsan dan jatuh aja. Tapi, aku jadi lebih nyaman dengan pelajaran Bahasa.
Aku terheran-heran dengan matematika. Dari mana, asal kata yang muram dan tak menyenangkan itu berasal? Dari goakah? Dari gotkah? Atau dari Kalikah? Gue bener-benar enggak tahu.Kenapa juga orang-orang mesir harus nemuin aljabar-aljabar yang bikin pusing itu. Coba aja, aku hidup di jaman dulu. Aku enggak bakal nemuin aljabar.
Kata orang. Matematika itu menyenangkan. Menurutku, adanya pelajaran Matematika hanya membuat siswa pusing selalu. Cuma bolak-balik-bolak balik. Tulis angka sini, tulis angka situ. hUh..
Bukannya di sini aku menjelek-jelekkan Matematika, tapi aku hanya mengelh. Kalau ada sajaseseorang yang mau mengajariku matematika yang tak dibayar dan mau untuk menerima segala tak kemudingenaku. Itu saja. Guruku, juga bias. Hehehehe. Tapi, aku juga enggak bodod-bodoh amat kok soal matematika. Nilai rapor kenaikan kelas 8 aku aja, kemarin dapet nilai delapan lebih. Padahal, di SD, aku bias dapet sembilanpuluhan. Enggak papalah.
Tetep Semangat! Buat ulangan besok! Aku akan Belajar nanti malem! Sekarang aja!

Aku mau bagi-bagi fotoku dengan @DonaFilia @AmaliinaFirdaus @Adzra_C_A @SariAnggita18
BIHSOm0CYAAePja.jpg
ig.jpg

IMG03164-20121217-1228.jpg

Thursday, 29 August 2013

Cerpen : Sepongebob Jadi Idola

Sepogebob Jadi Idola
Mona terlihat sedang asyik menonton tayangan kartun ‘Sepongebob’ di layar televisinya. Hingga ibu Mona memanggilnya, ia tak menyahut sedikitpun. Ibu Mona pun menyerah untuk mengingatkan pada Mona.
Pak Muhdin sudah mengumandangkan Adzan Ashar di Mushola dekat rumah Mona. Mona lupa waktu. Jika, jam setengah empat ia harus ke rumah Lita. Apalagi, ia harus menghampiri Rani.
“Mona, sana Ashar dulu,” Ayah Mona menghampiri Mona.
“Iya, Yah. Sebentar kalau ini udah iklan.”
“Sini…” ayah Mona merebut remot tv dari tangan Mona. “Sana Ashar dahulu,” Ayah Mona membentak.
“Memang Ayah mau lihat apa?” Tanya Mona sambil sewot.
“Lihat berita,” seru ayah sambil mengganti saluran tv.
Dengan kesal, Mona meninggalkan ayahnya dengan cemberut dan sewot. Ia lalu sholat dan harus pergi menemui teman-temannya.

Cerpen : Mimpi Dalam Mimpi

Kali ini, aku mau menampangkan sebuah cerpen hasil buah tanganku sendiri. Yang berjudul "Mimpi Dalam Mimpi". Semoga kalian suka.

Mimpi Dalam Mimpi
Aku baru saja pulang dari sekolah. Kulihat ada seorang anak yang sedang sibuk menjualkan dagangannya kepada orang-orang yang sedang berlalu lalang. Kudekati dia bersama temanku, Gita.
Ku hampiri dia. Ternyata, gadis kecil sebaya denganku sedang berusaha menjual kuenya yang terlihat masih banyak.
“Heh,” sapaku kasar pada anak tersebut. “Kamu tau-kan di sana ada papan yang bertulis ‘DILARANG BERJUALAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH,” kataku sambil menunjuk papan dengan tulisan tersebut yang tertempel di pagar depan sekolah.
“Tahu,” jawabnya dengan tertunduk dan dengan suara yang lirih.
“Kenapa kamu masih jualan di sini?sana pergi!” suruhku sambil menunjuk-nunjuk arti ku usir.
“Tapi, jika nanti aku tak berjualan, ibuku bisa marah,” jawabnya sambil mendongak melihatku.

Wednesday, 28 August 2013

Pembukaan

Ini postingan pertama aku. Setelahnya. aku bakal sering-sering nulis di blogku ini. Mulai dari curcol-corcolan sampai apa aja. Dan moga, nantinya bakal tergoda untuk membuka blogku ini. unik-unik postingannya. Dari mulai buah karya tanganku sendiri, sampai tangannya orang lain.
Di sini kalian akan bergembira dengan Asti Yulinia. Siswa SMP 3 Godean. Yang akan menemani kalian di siang bolong, sampai malam bolong yanga penuh dengan bintang berpijar. menyemangati harimu. Terimakasih.