Saturday, 23 November 2013

K-Pop Salah Gaul ala Gue : Jodoh Dora bukan Ddangkoma!!!!!


Ini aku Cuma iseng-iseng buat. Yah, bagus atau enggaknya, bisa dinilai sendirilah. Kalian pasti lebih tau dari yang buat. Yang buat emang belum terlalu mahir buat cerita yang lucu-lucu. Yang absurd gitu, gak bisa. Akhir-akhirnya, pasti ceritanya jadi formal banget gitu, Yahhh…
Selamat MEmbaca ya!
………………………………………………………………………………………………………………………….
Di suatu hari yang lumayan cerah untuk mencari makan untuk seekor kura-kura yang lamban. Hari yang mendung, panas, selalu ia hiraukan. Semua seakan hanya ngin berlalu yang hanya melintas dalam hdupnya. #Wuss


Ddangkoma namanya. Punyanya Artis, tapi, kura-kuranya tetep kritis. Gak kebayang kalau dia iri ama Kris. Maklum lah, dari dulu ia gak tinggi-tinggi, Kris udah gak keliatan kalo di pandang ama dia dari bawah. Wahh..
Jalannya, jangan tanya. Sekali melangkah, satu meter kurangi 99 cm, lewat ama dia. Gak kebayang, seberapa cepatnya sang kura-kura bernama Ddangkoma ini.
Nah, di saat itu juga, ia bertemu dengan sosok yang item, bolet, untung gak tinggi, rambutnya pendek, Ahh.. hal jelek-jelek udah lekat ama itu orang. Ddangkoma bergidik ngeri liat sosok menyeramkan yang menuju ke arahnya.

“Oh, hai kura-kura malang!” sapa sosok yang item dan bullet.
“Hih! Jangan deket-deket! Gue juga bukan kembarannya apel Malang yang bullet-bulet itu. Gue Ddangkoma!” menjerit histeris.
“Oh, Hai Ddangkoma, Aku Dora!”
“Mau apa lo?” katkutan.
“Mmm.. Aku mau cari jodoh. Aku habis dari dukun bicarain kapan jodoh aku datang. Katanya, jodoh aku, yang huruf depan di namanya sama kaya huruf depan nama aku aku!”
Mata Ddangkoma melotot. “Lalu?”
“Nama kamu dimulai dari huruf apa?”
“Heh, Lu udah lulus TK belom sih? Udah gue kasih tau nama gue. Elonya emang goblok.”
“Oh, ucapan kamu emang bener. Gara-gara setiap hari Sweeper godain aku, aku jadi bosen sekolah. Makannya, aku ngadu ke Mama biar aku gak sekolah!”
“Emang Sweeper serius godain lo?”
“Iya, dia suka banget, nyuri barang-barang aku, kalau gak godain, namanya apa?”
Ddangkoma ngelus dada tanda sabar. Tapi, dia udah gak sabar kalau Dora yang ada di hadapannya, terus aja curhat yang enggak-enggak.
“Tapi, satu pertanyaan buat lo, Dora! Apa Ibu lu ngakuin lo sebagai anaknya?”
Dora diam sejenak, lalu menjitak kepala Ddangkoma yang lalu masuk ke tempurungnya. “Dasar!”
“Emang ada yang ngakuin anak kaya kamu?”
“Ada.”
“Siapa?”
“Mama aku.”
Ddangkoma mencibir. #Weekk.. “Terus, apa maumu?”
“Aku lagi nyari jodoh, Ddangkoma!”
“Emang ada yang mau ama lo yang buntet gini?”
“Kalau dia mau kenapa enggak?”
Ddangkoma muntah.
“Oh iya, aku mau tanya. Huruf depan nama kamu apa ya?”
Ddangkoma syok.
“Pikir sendiri,” bentak Ddangkoma lalu bergegas meninggalkan Dora.
“Mau kemana Ddangkoma?”
“Bukan urusan Lo!”
Ddangkoma lalu melihat sebuah perkebunan di depan. Matanya langsung bersinar-sinar. Ia melihat sayuran yang seger-seger. Perutnya udah laper benget. Tambah laper dengan bertemu orang buntet gak sempurna abis.
Ddangkoma langsung berlari menuju kangkung yang seger-seger. Ia terus melahapnya hingga penuh di perutnya. Perutnya nyampe melembung.
“Ddangkoma, kamu habis makan kangkung?”
Ddangkoma mengangguk sambil merasa puas udah mengisi perutnya.
“Lho, bukannya kangkung bikin lemes ya? Nanti jalanmu jadi setengah centi lho.”
“Maksud lo?”
“Iya, biasanya, kamu kalau jalan jangkah nya satu sampai dua centi, sekarang Cuma setengah centi. Soalnya kamu habis makan kangkung.”
“HAAAAAA???”
“Iya.”
Dari kejauhan, Ddangkoma mendengar suaranya dipanggil berulang kali. Ddangkoma tahu siapa suara itu. MAjikannya. Yesung.
“Oh, Ddangkoma!” sembur Yesung haru sambil berusaha nangkap Ddangkomanya.
Yesung mencari Ddangkoma bersama Eunhyuk. Dan mereka menganga saat melihat pemandangan di hadapannya. Yesung dan Eunhyuk melihat itu dengan tak percaya. Mereka melihat, Ddangkoma sedang tiduran dengan tempurungnya di bawah. Dan di sampingnya, ada Dora yang lagi jongkok liatin Ddangkoma.
“Hah? Lo apain Ddangkoma, ITEM!” teriak Yesung.
“Haaaa, lo mau yadongin Ddangkomakan? Ngaku! Lo liat gak sih? Muka Ddangkoma udah mau nangis kaya gitu. Gak bisa berdiri lagi tau nggak?” Bentak Eunhyuk.
Dora natap bingung dua orang ganteng-ganteng di depannya. “Enggak kok, Oppa.”
“Terus?” bentak Yesung emosi.
“Namaku Dora, Oppa. Aku cuma bicara ama Ddangkoma, kalau—“
“UDAHH.. STOOPP!!!!!” teriak Eunhyuk. “Terus, apa hubungan lo, si pendek item buntet ngobrol sama kura-kura elite kaya Ddangkoma?”
“Aku cuma ketemu ama dia di jalan kok, Oppa.”
“Bener? Udah deh, sekarang, jauh-jauh deh Lo ama Ddangkoma. NAnti ketularan deh dia.”
“Ketularan apa?”
“Gak sempurananya!!” bentak Eunhyuk dan Yesung bareng.
“Oppa jahat!”
“Emang! Kenapa emang?”
“Kan aku perempuan!”
“Lo perempuan?”
“Oppa baru tahu?”
“Kok gak nampak?”
“OPPA Jahat!”
“Emang lo ada urusan apa ama Ddangkoma?” tanya Yesung berkacak pinggang sambil mendengus sengit kepada Dora.
“Aku tanya dia, di mana jodohku.”
“Oh itu, cari aja di kebun binatang. Banyak kok. Gak usah bingung,” jawab Eunhyuk santai.
Di samping Yesung dan Eunhyuk berdebat dengan Dora. Ddangkoma menunggu lama mereka dengan tidur. Mungkin, habis sarapan, ia langsung ngantuk dan kelimpuk.
“Eh, Oppa! Apa salah satu dari kalian, huruf pertama yang mengawali nama kalian ada yang sama sepertiku?”
Yesung dan Eunhyuk berpandangan. Lalu menggeleng-geleng. Yesung lalu berjongkok untuk mengambil Ddangkoma yang udah tidur menunggu debatnya Yesung-Eunhyuk dengan Dora.
“Tapi, kalau Ddangkoma iya. Huruf pertamanya D dan huruf pertama lo juga D. Emang kenapa?”
Dora langsung menganga kaget begitu tahu itu.
“Lo kenapa? Kesurupan?”
Dora menggeleng-geleng lalu berjalan menghampiri Ddangkoma. “Ddangkoma, akhirnya aku ketemu dengan jodohku!”
Ddangkoma yang tidur langsung terbangun.
“Tuhan itu baik ya, Jodohku itu sebenernya kamu! Hurup depan nama kita aja sama. Kita jodoh, Ddangkoma!”
Ddangkoma menganga dan jijik liat ekpresi Dora saat ini. “Apaan sih lo?”
Dan di saat Dora mau ngambil Ddangkoma untuk dipeluk, Yesung dan Eunhyuk teriak histeris. “AAAaaaaa… Jangan sentuh Ddangkoma!!!!!!”
*SELESAI*
Hore, akhirnya. Selesai juga ceritanya. Hehe. Gak tahu sih, bagus apa enggak. Kalian yang nilai. Jelek ya? Hehe. Maaf kalau ternyata jelek. Kalau bikin kamunya tertawa, syukur.deh.

1 comments:

Ast said...

Ceritanya bgua enggak sih? tolong komentar!