Aku
memang nggak suka buat nulis sesuatu yang nggak aku suka. Tapi… yaaa ini tugas.
Aku nggak bisa membangkang atau menghindar karena aku takut nilaiku memburuk di
akhir masa SMP.
Pertamanya
aku nggak tahu apa itu yang dimaksud gadget. Gadget itu sebenarnya alat atau
perangkat tambahan. Tapi kata guruku, laptop juga bisa dikategorikan sebagai
gadget. Alat-alat sekarang memang canggih-canggih. Hebat-hebat dan keren-keren.
Memang sih aku kudet banget. Kalo nggak dikasih tau nggak bakalan ngerti apaan
itu gadget. Yang aku tahu gadget itu ya kaya tablet, android, ponsel, headphone
dan yang kecil-kecil gitu dehh.
Arti
sebenarnya… Gadget adalah perangkat tambahan yang memiliki fungsi khusus.
Memang sih di anataranya smartphone seperti blackberry, i-phone ataupun
netbook. Dengan alat-alat seperti itu, alat komunikasi semakin canggih ya guys.
Tapi… sebenernya gadget juga banyak negatifnya loh dalam tanda kutip.
Maksudnya, anak-anak jaman sekarang lebih banyak ngabisin waktunya hanya untuk
mainan gadget. Dipanggil orangtua pura-pura nggak denger, mainan games pake
gadget sampai berjam-jam, malah ada yang sampai ngelalaiin kewajibannya untuk
ibadah. Wah… wah… jangan sampai ya temen-temen kaya gitu.
Lalu…
negative lain akibat terllau mainan gadget juga berdampak pada kesehatan loh.
Lama-lama mandangin layar gadget, bisa menyebabkan mata buta loh… Bahkan di
China kalau nggak salah seorang pria retina matanya bergeser karena terlalu
lama natp layar ponselnya di ruangan gelap. Ngeri banget, kan? Apalagi yang
udah ketergantungan tuh… buat anak-anak yang masih kecil… bisa nurunin
prestasi, mempengaruhi kemampuan menganalisa permasalahan, malas menulis dan
membaca, serta juga bisa menurunkan kemampuan si anak-anak bersosialisasi.
Mulailah
untuk mengatur diri mainan gadget ya guys. Karena yang bisa merubah diri
sendiri ya hanya diri sendiri aja. Orang lain mana bisa. Niat yang penting
kalau mau mengurangi mainan gadget. Niat, ikhtiar, dan do’a yang paling perlu.
Juga, mintalah serta orangtua agar lebih memperhatikan kita. Mintalah agar
orangtua mengingatkan kita jika kita lalai dan kelewat batas dalam menggunakan
gadget. Lebih sempurnanya lagi, bermainlah di lingkungan anak yang suka
belajar.
Memang
sih aku sendiri kadang kelewat batas mainan gadget. Tapi apa salahnya juga
kalau kita semua belajar untuk tidak selalu tergantung pada gadget terus. Emang
gadget pacar yang harus dibawa kemana-mana? Enggak juga, kan? Apalagi saking
tergantungnya sama gadget, kita melupakan kewajiban kita? Naudzubillah…
Sampai
sini ajalah.. Makasih sudah membaca ^.^
Wassalam…
